PUBLIKASI KARYA SENI RUPA

 

 

1.  Publikasi Karya Seni

Publikasi karya seni merupakan kegiatan diri sendiri atau berkelompok dengan maksud memamerkan hasil karya. Publikasi karya dapat dilakukan dengan dua cara, yakni pameran seni (art exhibition), pembuatan katalog, dan publikasi media sosial secara virtual (online) sehingga dapat dengan cepat menyebar dan dapat diapresiasi secara luas.

Dalam proses publikasi karya, di dalamnya termaktub berbagai aksi seperti menggagas, merencanakan, merancang, menata, mengatur, menyusun, dan mengupayakan kerja penuh tanggung jawab untuk menghasilkan suatu publikasi karya yang sukses, meriah, dan terpublikasi secara luas.

2.  Jenis-Jenis Publikasi Karya

Pada jenjang kelas XII ini peserta didik diperkenalkan lagi berbagai jenis-jenis publikasi karya (pameran seni) berdasarkan jumlah peserta, tujuan, dan waktu. Ketiganya memiliki karakter yang berbeda sesuai dengan tujuan diselenggarakannya pameran.

a. Menurut Jumlah Peserta

1) Pameran Tunggal

Pameran tunggal umumnya dilakukan oleh perorangan dan biasanya memiliki jenis karya yang relatif sama. Perupa memiliki kebebasan dalam menentukan tema dan karyanya sendiri untuk dipamerkan. Kadang kala pameran ini dapat dilakukan oleh lembaga tertentu kepada seorang seniman.

2) Pameran Bersama

Pameran Bersama umumnya disebut pameran grup (kelompok) yang biasanya dilakukan oleh sejumlah perupa. Jenis karya yang ditampilkan tampak bervariasi sesuai kemampuan seniman dan biasanya karya-karya tersebut dihubungkan dalam satu tema besar.

b. Menurut Tujuan

1) Pameran Pendidikan

Pameran ini biasa dilakukan dalam rangka memamerkan hasil karya proses pendidikan di sekolah atau kampus, baik berupa karya akhir atau karya selama proses pembelajaran berlangsung (biasanya berbentuk portofolio/katalog pribadi).

2) Pameran Sejarah (Retrospeksi dan Koleksi)

Pameran jenis ini digunakan untuk memamerkan karya yang bersifat sejarah hidup atau perjalanan seorang seniman selama kurun waktu tertentu (biasanya dilengkapi dengan karya-karya lama dan beberapa dokumentasi koleksi seniman).

c. Menurut Waktu

1) Pameran Tetap/Permanen

Pameran yang diselenggarakan secara tetap tanpa memiliki durasi waktu yang terbatas biasanya dilakukan untuk benda koleksi dan bersejarah. Misalnya, pameran di Galeri Nasional Indonesia.

2) Pameran Berkala

Pameran berkala dibagi menjadi tiga kategori: Annual yakni pameran

yang diselenggarakan satu tahun sekali; Biennale peristiwa seni dua

tahuan, dan Trienale berkala selama tiga tahunan. Adapun pameran

berkala yang biasa diselenggarakan di Indonesia adalah sebagai

berikut: Artjog, Biennale Jogja, Art Jakarta, dan Biennale Jakarta.

3) Pameran Temporer/Incidental

Pameran temporer adalah pameran yang paling umum dilakukan dengan alasan keinginan dan memiliki batas waktu tertentu.

Biasanya diselenggarakan 3 hari atau 7 hari di sebuah galeri.

4) Pameran Keliling

Pameran Keliling dapat dikategorikan sebagai pameran temporer, hanya saja peristwa seni ini digelar secara berkala dari satu tempat ke tempat lain, baik secara tunggal maupun bersama. Pameran keliling menuntut kerja produktif dan tanggung jawab lebih dari seniman karena penyelenggaraannya dilakukan di banyak kota/daerah/negara.

3. Pameran-Pameran di Indonesia

a. ARTJOG

b. Art Jakarta

c. Jakarta Biennale

 

d. Museum Macan

 

e. Galeri Nasional

4. Pembuatan Publikasi Karya Seni Rupa

Publikasi karya seni rupa dapat dilakukan dengan dua cara, yakni pembuatan pameran seni rupa dan pembuatan katalog karya seni rupa.

Dalam kegiatan pameran seni, kedua unsur tersebut sebenarnya saling mendukung. Namun jika keduanya tidak dilakukan karena alasan tertentu disesuaikan dengan waktu, finansial, dan anggota kepanitiaan peserta didik dapat memilih satu di antara dua aktivitas publikasi seni tersebut.

a. Perancangan Katalog Pameran Seni Rupa

Dalam peristiwa seni rupa biasanya terdapat cetakan katalog yang memiliki fungsi untuk dibagikan kepada para penonton. Selain sebagai arsip dan pendokumentasian, katalog juga bertujuan untuk memublikasikan karya seniman agar semakin publik. Berikut macam katalog berdasarkan tampilan fisik:

 

Katalog Cetak

Katalog ini berbentuk seperti buku. Biasanya dibuat untuk tujuan tertentu, lebih tebal, dan di dalamnya memuat berbagai konten seperti foto karya, profil seniman, perjalanan seniman, proses kerja seni, catatan dari berbagai pihak (kurator, kritikus, budayawan, teman terdekat, dan keluarga). Dalam pameran seniman besar, katalog cetak biasanya memuat dokumentasi pribadi dalam kehidupan kreatifnya. Katalog semacam ini biasanya membutuhkan pembiayaan yang cukup besar untuk sebuah penyelanggaraan pameran.

 

Gulung dan Lipat

Katalog semacam ini menjadi bentuk cetakan alternatif yang dapat menyesuaikan dari aspek pendanaan dan juga kepraktisan bagi pengunjung.

Tahap-tahap Pembuatan Katalog

a. Penentuan tema katalog.

* Biasanya tema katalog akan disamakan dengan tema/judul pameran.

b. Pemotretan karya seni rupa.

* Pemotretan karya seni rupa menggunakan kamera dan idealnya berada di studio/sebuah ruangan.

c. Pengelompokan dokumentasi karya seni berdasarkan jenis, desain, ilustrasi, lukis, komik, grafis, patung, tekstil, dan lain-lain.

d. Pengolahan tata letak foto karya menggunakan aplikasi seperti CorelDRAW, Adobe Photoshop, atau Adobe Illustrator pada perangkat komputer.

e. Finishing

*  Proses ini adalah bagian cetak katalog dengan menyesuaikan konsep pameran, apakah akan dijadikan buku katalog, e-catalog, atau katalog gulung/lipat.

 

b. Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa

Pada jenjang kelas XII peserta didik telah mendapatkan materi yang berkaitan dengan perancangan pameran seni rupa. Untuk itu pada jenjang ini, peserta didik dapat mempertajam pengetahuan dan kemampuannya dalam penyelenggaraan pameran seni rupa dalam Unit 9 ini. Dalam pembuatan pameran seni rupa di sekolah, guru dapat membimbing peserta didik untuk mempersiapkan diri secara serius, disiplin, dan penuh tanggung jawab yang berkaitan dengan teknis perancangan hingga pelaksanaan seperti:

a. Organisasi Kepanitiaan Pameran

b. Rencana dan Penjadwalan Kerja

c. Proposal

d. Penentuan Sumber Dana

e. Berkarya

f. Publikasi dan Promosi (Poster, Undangan, dan lain-lain)

g. Katalog

h. Acara Pelaksanaan

i. Evaluasi Pameran

Pada proses kinerja pembuatan pameran, perlu diperhatian tentang:

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILUSTRASI NARATIF

PEMBUATAN KARYA SENI RUPA TERAPAN TIGA DIMENSI